Penyakit Jantung

Pertolongan Pertama pada Penderita Serangan Jantung

Pertolongan Pertama pada Penderita Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi karena aliran darah ke jantung terhambat yang disebabkan adanya plak pada pembuluh darah. Penyakit ini ditandai dengan sesak nafas, sakit atau nyeri pada dada, mudah gelisah, berkeringat, jantung berdebar-debar, pusing bahkan hingga pingsan, dsb. Apa yang menjadi penyebab serangan jantung? Makanan dengan kadar lemak tinggi, kadar garam tinggi, & kadar gula tinggi seperti makanan siap saji, makanan beku, daging merah, kuning telur, gorengan, dsb.

Selain makanan, tidak bisa meninggalkan rokok, alkohol, & begadang, malas olahraga, punya berat badan berlebih, usia yang semakin tua, menderita diabetes, dan punya keturunan penderita serangan jantung juga bisa meningkatkan resiko serangan jantung. Penderita serangan jantung sejatinya harus mendapatkan pertolongan secepatnya karena bisa menyebabkan kematian. By the way, bagaimana pertolongan pertama pada penderita serangan jantung? Ketika Anda melihat salah seorang di sekitar mengalami tanda-tanda yang disebutkan di atas, lakukan tindakan berikut:

Segera telepon ambulan atau bawa ke RS terdekat

Mulai sekarang, catat nomor-nomor penting salah satunya ambulan yakni 118. Ketika ada keluarga atau orang di sekitar yang mengalami serangan jantung, Anda bisa langsung telpon ambulan. Jika memang ada RS terdekat, segeralah bawa penderita serangan jantung ke RS terdekat. Sembari menunggu ambulan datang atau mengingat RS yang cukup jauh dari lokasi kejadian, sebaiknya tenangkan pasien jika masih dalam kondisi sadar. Selain itu, lakukan tindakan untuk melancarkan jalur pernafasannya seperti yang dijelaskan lebih detail di bawah.

Lancarkan jalur pernafasannya

Sebagaimana dijelaskan pada paragraf sebelumnya kalau penderita serangan jantung bakal mengalami sesak nafas. Untuk itu, Anda harus melancarkan jalur pernafasannya. Caranya bagaimana? Sebagai berikut:

Buka jalan nafasnya

  • Longgarkan pakaian atau benda lain yang mengikat penderita.
  • Buka lutut penderita selebar bahu.
  • Penderita serangan jantung harus ditidurkan telentang dengan posisi dagu diangkat. Jaga agar posisi mulut penderita terbuka sehingga nafas bisa keluar dengan leluasa. Buang benda dari dalam mulut yang menghalangi penderita bernafas misalnya permen, makanan, atau lainnya.

Bila penderita masih dalam kondisi sadar, tanyakan apakah ada obat yang bisa diminum atau alat yang bisa digunakan untuk meringankan. Kemudian bantu penderita untuk minum obat tersebut atau menggunakan alat tersebut.

Berikan nafas buatan atau tekan dada      

Bila penderita tidak sadarkan diri (miringkan penderita dan dengarkan apakah penderita masih bernafas atau tidak?), langkah yang bisa Anda lakukan adalah memberikan suplai oksigen pada penderita. Jika tidak ada tabung oksigen, Anda bisa memberikan nafas buatan. Mula-mula tekan lubang hidung penderita, kemudian berikan nafas mulut ke mulut penderita. Nafas yang diberikan berdurasi hingga 2 detik. Tindakan lainnya jika memang penderita tidak sadarkan diri dengan denyut nadi yang lemah adalah menekan dada penderita sedalam 3 cm sebanyak 15 kali (dalam 1 detik tekan dada penderita sebanyak 2 kali). Cek kembali denyut nadi pada pergelangan tangan atau di leher penderita. Jika belum ada, ulangi kedua tindakan tersebut.

Jika serangan jantung terjadi pada diri Anda sendiri, tarik nafas yang dalam untuk memasukkan oksigen ke paru-paru lalu batukkan beberapa kali dengan keras untuk melancarkan darah.

Mengetahui pertolongan pertama pada penderita serangan jantung sepatutnya sangat penting. Sebab, tidak menutup kemungkinan akan ada penderita serangan jantung yang kambuh di sekitar Anda. Kalau Anda punya pengetahuan ini, Anda bisa ambil tindakan untuk menyelamatkan penderita serangan jantung.

Kekurangan Pasang Ring pada Jantung

Pembuluh darah di jantung bisa mengalami penyempitan yang membuat jantung tidak bisa memompa darah dan oksigen di seluruh bagian tubuh. Ketika mengalami hal ini, pembuluh darah tersebut harus ditopang agar ukurannya tetap normal sehingga aliran udara dan oksigen bisa mengalir dengan lancar. Untuk menopang pembuluh darah dibutuhkan stent atau ring dan juga balon khusus sebagai pendukungnya. Hal inilah yang dikenal dengan operasi pemasangan ring jantung. Sudah ada banyak orang yang melakukan operasi ini dan berhasil bertahan hidup karena pembuluh darah di jantung bisa bekerja dengan normal. Meskipun begitu, sebagian orang menganggap bahwa operasi ini masih banyak memiliki banyak kekurangan sehingga beberapa penderita penyakit jantung memilih jenis operasi lain atau pengobatan lain.

pasang ring pada jantung

Apa saja yang menjadi kekurangan pasang ring pada jantung? Temukan jawabannya di bawah ini:

Hanya rumah sakit berkualitas yang menyediakan layanan ini

Hampir di setiap kota di Indonesia memiliki rumah sakit baik yang dikelola oleh pemerintah atau pun pihak swasta. Meskipun begitu, hanya ada segelintir rumah sakit yang menyediakan layanan bedah jantung ini. Ya, rumah sakit-rumah sakit tersebut adalah rumah sakit berkualitas yang lokasinya hanya berada di kota-kota besar, seperti Jakarta. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa para penderita penyakit jantung memilih untuk melakukan pengobatan lain. Selain jauh, tentu dibutuhkan dana yang tidak sedikit baik untuk biaya transportasi maupun biaya rumah sakit. Bagi masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah, mereka tentunya tidak ingin buang-buang uang untuk hal ini. Pengobatan alternatiflah yang akan mereka pilih.

Harganya mahal

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memasang ring pada jantung? Jawabannya tergantung di mana pembedahan ini dilakukan, kualitas ring itu sendiri, dan berapa banyak ring yang akan dipasang. Pada umumnya, harga satu ring berada di kisaran 45-75 juta bahkan lebih. Jika bicara soal kualitas, semakin bagus kualitas ring yang dipakai, semakin mahal juga harganya. Jika penderita penyakit jantung hanya memiliki income per bulan tak lebih dari 3 juta, tentu mereka akan berpikir berkali-kali untuk melakukan operasi ini. Jika mereka memaksa, hutang mereka akan di mana-mana dan siap-siap untuk dikejar-kejar debt collector. Di lain sisi, apabila sudah membeli asuransi kesehatan, biaya rumah sakit akan dialihkan ke perusahaan asuransi sehingga tidak ada dana yang harus dikeluarkan. Sayangnya, lagi-lagi masyarakat di Indonesia banyak yang enggan membeli asuransi dan baru menyadari manfaatnya ketika sudah berada di rumah sakit.

Resiko penyumbatan jantung tetap ada

Poin ini yang paling ditakuti oleh penderita penyakit jantung yang ingin melakukan pembedahan dan pemasangan ring. Mengapa demikian? Setiap pembedahan baik itu besar ataupun kecil tentu akan memiliki resiko tersendiri. Untuk pemasangan ring pada pembuluh darah di jantung, resikonya adalah penyumbatan jantung akan tetap ada entah itu 3 atau 4 tahu paska operasi. Hal ini dikarenakan karena ring yang dipasang memiliki daya tahan. Apabila memilih ring dengan kualitas rendah, tentu hanya dalam beberapa tahun, ring harus diganti dan resiko penyakit jantung akan kembali ada. Di samping itu, dibutuhkan dana lagi untuk melakukan pemasangan ring ulang.

Inilah kekurangan pemasangan ring pada jantung yang membuat banyak pengidap penyakit jantung harus berpikir berkali-kali untuk melakukan operasi ini. Btw, jika Anda penderita penyakit jantung dan ingin melakukan operasi ini, disarankan untuk memilih rumah sakit berkualitas dan ring yang tahan lama agar Anda tidak menghabiskan banyak uang dalam waktu singkat.

Saat Penyakit Jantung Kambuh, Segera Lakukan Ini!

Penyakit Jantung KambuhMengalami kelainan jantung menjadi suatu hal yang patut diwaspai. Bagaimana tidak, bila terkena serangan jantung tidak menutup kemungkinan penderitanya bisa mengalami kematian dalam hitungan detik. Walaupun masih dalam kondisi stadium awal, akan tetapi penyakit jantung tetap sangat beresiko karena dalam waktu dekat bisa berlanjut mencapai stadium akhir terutama jika terus menerus dibiarkan. Apapun jenis penyakit jantung yang dialami baik itu koroner, aritmia, perikarditis, katup jantung, maupun gagal jantung, tetap harus meningkatkan kewaspadaan. Apakah Anda atau juga angota keluarga ada yang mengidap penyakit jantung? Jika iya ingat dan hati-hati, penyakit jantung bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan baik terutama pada saat kumat. Lakukan tiga hal di bawah ini jika penyakit jantung sudah mulai kambuh:

Hentikan segala aktivitas dan beristirahatlah

Pada saat penyakit jantung mulai kambuh, penderita perlu menghentikan aktivitas yang sedang dilakukannya. Segeralah beristirahat agar aliran darah bisa kembali lancar. Bisa jadi kondisi jantung yang lemah membuat kesehatan jantung menjadi tambah parah ketika dipaksakan bekerja keras. Maka dari itu, sebaiknya tinggalkan aktivitas, sekalipun hanya sekadar melakukan pekerjaan rumah. Ingat, sekecil apapun pekerjaan yang dilakukan harus segera dihentikan ketika terjadi serangan jantung agar jantung bisa kembali berfungsi dalam memompa darah.

Minum obat

Obat menjadi salah satu alternatif yang sangat membantu dalam mengatasi penyakit jantung saat sedang kambuh. Penyakit jantung tidak dapat diprediksi kapan kambuhnya, entah itu sedang melakukan aktivitas atau bahkan lagi tidur. Dengan demikian harus selalu siap obat supaya dapat langsung diminum ketika penyakit jantung kambuh. Pastikan bahwa obat yang dibeli adalah sesuai dengan resep dokter, sebab penyakit jantung bukan suatu perkara yang dapat dianggap remeh seperti halnya masuk angin, bila salah obat tentu kondisi akan semakin parah.

Lekas bawa ke rumah sakit

Penolongan terbaik setelah kedua hal di atas adalah lekas mengunjungi rumah sakit. Dalam hal ini, dokter akan membantu menangani semaksimal mungkin supaya kesehatan jantung bisa pulih. Misal yang tadinya pembuluh darah tersumbat, dokter akan melakukan tindakan reperfusi baik dengan obat maupun alat sehingga fungsi jantung  bisa berfungsi kembali dengan normal. Ketika sudah baikan, dokter juga akan melakukan tindakan lanjutan untuk menangani masalah panyakit tersebut, baik dengan pemasangan ring, by pass maupun cangkok jantung yang tentunya menggunakan biaya sangat mahal.

Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang sangat mengancam keselamatan jiwa manusia. Jika penyakit ini kambuh, penderitanya bisa merasa sesak nafas, kehilangan tenaga, bahkan menjadi lemas tak berdaya. Jika tidak segera ditangani dengan baik, dapat dipastikan penyakit jantung akan mengakibatkan kematian. Maka dari itu, jangan anggap remeh penyakit jantung. Bagi Anda yang belum terserang, upayakan agar dapat menghindari hal-hal yang dapat memicu dan meningkatkan resiko penyakit jantung, seperti merokok, minum alkohol, dan makan fast food.

Merokok dapat menyebabkan hipertensi, mengancam paru-paru, menurunkan daya tahan tubuh, mengurangi kolesterol baik, dan mengakibatkan pembekuan darah terutama pada pembuluh darah jantung sehingga sangat beresiko terhadap penyakit jantung. Begitu juga dengan mengkonsumsi minuman beralkohol, utamanya dapat merusak organ dalam tubuh termasuk jantung. Sementara fast food atau makanan cepat saji bisa menimbulkan obesitas sehingga resiko penyakit jantung juga tinggi terutama penyakit jantung koroner. Lebih baik mencegah daripada harus mengobati sekalipun biaya bukan menjadi masalah karena pengobatan belum menjamin kesembuhan lebih-lebih bila pola atau gaya hidup buruk masih dilakukan.